Sudahlah, Berhenti Saja Ngeblog!

Mengelola sebuah blog bisa menjadi pengalaman yang sangat memuaskan dan bermanfaat. Namun, ada saat-saat di mana pertanyaan muncul:

“Haruskah aku tetap menjadi blogger atau cukup sampai di sini?”

atau

“Sudahlah, berhenti saja ngeblog!”

Keputusan ini sebenarnya sangat subjektif dan sangat tergantung pada tujuan dan motivasimu sebagai seorang blogger. Saya juga sering memasuki fase yang menyesakkan dada itu, mau berhenti tapi sudah nanggung, mau lanjut tapi selalu ketemu writer block dan teman-temannya. Tetapi, semua bisa terlewati dengan jawaban

“Semangat, tetap lanjut ngeblog, terserah mau nulis kapanpun suka-suka hati.”

Seperti tag line blog ari3yato.com ini “bercerita dan belar sesuka hati”

Ya intinya suka-suka saya, daripada jadi depresi dan merasa terbebani oleh sesuatu yang dipaksakan, lebih baik ya suka-suka saja.

sudahlah berhenti saja ngeblog

Untuk Sobat SEHATI yang lagi galau, berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat membantu kamu dalam mengambil keputusan untuk mau lanjut atau stop dari blogging:

1. Passion dan Minat

Salah satu pertanyaan yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri adalah apakah kamu masih memiliki gairah dan minat untuk terus menulis di blog. Passion yang kuat akan membantu kamu tetap termotivasi dan kreatif, sehingga kamu bisa terus menyuguhkan konten berkualitas kepada pembaca. Jika kamu merasa masih memiliki cerita-cerita menarik untuk diceritakan dan ingin terus berbagi dengan orang lain, maka menjaga blogmu tetap hidup bisa menjadi jalan yang tepat.

Kalau menurut Sobat ngeblog hanya sebatas minat saja ya, sepertinya alasanmu untuk tetap lanjut kurang kuat, minat harus disertai dengan passion,

2. Tujuan dan Manfaat yang Diharapkan

Tentukan juga tujuanmu dalam menjadi seorang blogger. Apakah kamu ingin membangun brand pribadi, berbagi pengetahuan, atau menghasilkan penghasilan dari blogmu? Mengetahui tujuan yang jelas akan membantu kamu mengukur apakah perlu mempertahankan blog atau cukup sampai di sini. Jika tujuanmu sudah tercapai atau kamu merasa telah memperoleh manfaat yang diinginkan, maka mungkin sudah cukup bagi kamu untuk melangkah ke perjalanan baru.

3. Waktu dan Komitmen

Keberlanjutan dalam blogging membutuhkan waktu dan komitmen yang konsisten. Pertimbangkan apakah kamu masih memiliki waktu luang untuk mengelola blog dengan baik. Jika merasa waktu semakin terbatas dan sulit untuk mengimbangi kegiatan lain, maka mungkin kamu perlu mempertimbangkan keputusan untuk berhenti menjadi seorang blogger. Namun, jika kamu bisa menyusun jadwal yang efektif dan tetap menjaga komitmenmu terhadap blogmu, maka tidak ada alasan untuk berhenti.

4. Pertumbuhan dan Pengembangan

Seiring berjalannya waktu, orang berubah dan minat mereka bisa bergeser. Jika kamu merasa sudah tidak lagi mendapatkan pertumbuhan dan pengembangan dari aktivitas bloggingmu, itu mungkin pertanda bahwa kamu perlu menjajal hal-hal baru atau mencari hobi atau kegiatan lain yang mampu memberimu tantangan baru. Namun, jika kamu masih merasa terdorong untuk terus belajar, berkembang, dan mengeksplorasi topik-topik baru melalui blog, maka melanjutkan perjalananmu sebagai seorang blogger bisa menjadi sumber inspirasi dan pencerahan bagi dirimu sendiri.

Semangat Baru di Hari Blogger Nasional

Tidak terasa sudah tanggal 27 Oktober, hari ini 16 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2007, Menteri Komunikasi dan Informatika yang pada masa itu dijabat oleh Bapak Muhammad Nuh menetapkan bahwa pada tanggal 27 Oktober adalah hari blogger nasional.

“Kok semangatnya hanya pas ari blogger saja mas?”

Ga juga sih, semangat itu harus tiap hari, setiap waktu harus tetap semangat. Walau terkadang memang ada rasa jenuh untuk menulism tetapi jangan jadikan itu hambatan untuk berhenti. Lihat kembali “Big Why” mu dan renungkan 4 point yang saya share diatas, dan temukan jalanmu untuk kembali.

Tantangan blogger di era ini adalah maraknya AI (Artificial Intelligent) yang bisa dengan cepat membuat artikel lengkap dengan gambar atau videonya. Eits tunggu dulu jangan menyerah freguso, AI pun masih banyak kekurangannnya. Jangan jadikan AI musuhmu dalam ngeblog, gunakan AI untuk membantu meningkatkan kualitas tulisanmu atau mempercepat pekerjaanmu dalam membuat outline, meriset kata kunci, atau membuat judul yang clickbait.

Salah satu AI yang marak digunakan adalah ChatGPT, hampir semua pekerjaan bikin konten blog dia bisa. Tetapi ChatGPT bisa memberikan konten yang bagus ya dari perintah (prompt) yang kita berikan, kalau proptnya ndak tepat ya zonk hasilnya.

Itulah teknologi yang terus berkembang, saya atau kamu tidak akan mungkin bisa menghentikan atau mencegah semua itu, tetapi kita bisa memanfaatkan apa yang ada agar bisa berguna serta membuat pekerjaan kita jadi lebih baik.

Kesimpulan

Keputusan untuk tetap menjadi seorang blogger atau berhenti adalah keputusan yang harus kamu ambil sendiri. Evaluasi kembali tujuanmu, minatmu, dan jadwal harianmu sebelum membuat keputusan ini. Ingatlah bahwa blogging haruslah sebuah kegiatan yang memberi kebahagiaan, kesenangan, dan manfaat bagi dirimu sendiri. Jika kamu merasa sudah tidak lagi mendapatkan itu, mungkin cukup sampai di sini saja.

Tidak usah takut akan AI, jadikan AI sebagai tools yang bisa membantu mencapai apa yang kamu inginkan, pekerjaan seperti riset keyword, membuat outline dan membuat opsi judul artikel bisa dilakukan oleh AI, tinggal bagaimana pilot yang menjalankannya.

Saya pun belum bisa konsisten dalam ngeblog, tetapi semangat tetap terjaga dengan bergabung bersama komunitas blogger seperti Blogspedia, cobalah bergabung dengan komunitas agar kamu juga bisa konsisten menjaga mood dalam ngeblog.

Tidak ada gading yang tak retak, Semoga kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik untukmu dan tetap mengejar apa pun yang membuat kamu bahagia dan puas. Sukses selalu dalam perjalananmu!

10 thoughts on “Sudahlah, Berhenti Saja Ngeblog!”

  1. Komitmen memang menjadi hal yang utama untuk apapun juga termasuk nge-blog…Sudah sampai titik ini saja sudah bersyukur sekali ya

    Reply
  2. Btw, ada kata yang typo di awal mas ? belajar maksudnya ya, terketik belar.

    Kalau sedang down alias mager blogging, biasanya sy nyari jeda dulu. KEmudian mengingat-ingat big why kenapa memilih blogging.

    Reply
  3. Aaahhh ini kayanya banyak yg dirasakan sama Blogger. Aku juga merasakan hal yang sama kak lanjut atau nggak. Tapi lihat lagi big why ngeblognya buat apa yaa.

    Nah salah satu untuk menjaga semangat itu bisa dengan ikut komunitas. Itu yg aku lakukan skrng. Kalau bareng-bareng kan jadi semangat trs.

    Reply
  4. Aku mau tetap jadi bloger pak, ilmunya ga ada habisnya meskipun rumit tapi suka hehehe, cari susah kok ya
    eh tapi seru lo jadi bloger, ingin coba AI, katanya bisa jadi asisten kita membantu untuk membuat artikel

    Reply
  5. Mudah-mudahan dengan semangat hari Blogger kita tambah menjadi semangat ya Mas untuk menebar kebaikan di setiap tulisan kita yang diabadikan di blog. Dan bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman di Blogspedia yang selalu menjadi teman dalam berdiskusi, sharing, dan curhat tentang dunia blogging ini

    Reply
  6. Tetap semangat menjadi blogger sekalipun menulisnya jarang-jarang, hiks.
    Meskipun begitu menjadi blogger bukan sekedar menulis artikel biasa.
    Tapi menjadi blogger adalah berharap banyak kebaikan yang dapat dibagikan kepada banyak orang sehingga memberikan nilai manfaat.
    Semangat menjadi blogger.

    Reply
  7. semangat terus mas..wajar ya kalau ada pikiran untuk “ya udahlah, cukup sampai disini” wkwk karena rasa jenuh emang biasanya menghampiri tapi emang kudu kembali pada niat dan motivasi kenapa harus ngeblog..yukk lanjut ngeblog lagi hehe

    Reply

Leave a Comment