Perubahan Butuh Pengorbanan

Alkisah pada jaman dahulu kala di pedalaman Kalimantan hiduplah seorang pemburu yang sangat baik. Dia bernama Sangi, seorang pemburu yang tangguh dan tidak pernah sekalipun dia pulang ke kampung tanpa membawa hasil buruannya.

Singkat cerita, matahari sudah naik setengah tiang, Sangi berlari menerobos rimbun pepohonan untuk mengejar seekor babi hutan yang sangat besar, Tombaknya sempat melukai tubuh babi hutan itu tetapi hewan itu masih belum menyerah dan berlari lebih dalam lagi kehutan.

Sangi terus mengejar sampai tiba di tepi sungai, dia melihat babi hutan buruannya sedang dililit seekor ular yang sangat besar sekali, mulut ular itu sudah terbuka sangat lebar siap melahap bulat-bulat babi buruannya.Tapi tiba-tiba sang ular melepas babi hutan yang sudah mati lemas karena lilitannya, dengan gerakan yang sangat cepat sang ular sudah ada di depan Sangi.

Matanya menatap tajam mata Sangi, rupanya ular siluman itu merasa terganggu akan kehadiran Sangi.”Aku beri kutukan padamu wahai pemburu, kamu akan hidup abadi selamanya dan melihat semua keturunanmu hingga pada saatnya nanti kamu membuka rahasia hidup abadi mu maka itulah akhir dari hidup mu”.

***

Waktu pun terus berlalu, sudah 3 generasi terlewati. Sangi masih tetap terlihat muda tidak ada satupun tanda-tanda ketuaan terlihat diwajahnya, anak cucunya merasa heran tetapi tidak satupun yang berani menanyakan hal itu kepada kakek buyutnya itu.

Hal ini terus saja berlanjut, tidak terasa tujuh generasi sudah terlewati. Di hati Sangi mulai muncul rasa khawatir, sedih dan takut. Disaat semua keturunannya sudah ada yang meninggal dia masih saja hidup dan tidak berubah sedikitpun.Rahasia yang dia simpan selama ini akankah dia buka kepada cucu-cucunya. Dan pada akhirnya seorang cucu buyut Sangi memberanikan diri untuk bertanya tentang apa rahasia Sangi agar bisa berumur panjang dan tetap terlihat muda.

Hati Sangi semakin tersiksa, pada suatu malam dia kumpulkan semua cucu buyutnya dan dia pun akhirnya bercerita tentang kisah rahasia yang selama ini dia simpan.

Dan seperti yang di katakan sang ular, tidak lama kemudian Sangi menghembuskan nafasnya yang terakhir meninggalkan sebuah kisah yang sangat luar biasa untuk anak cucunya.

***

Rekan-rekan yang luar biasa, dari kisah Sangi ini bisa diambil pelajaran bahwa tidak semua orang bisa bertahan untuk hidup selamanya di dunia ini, walau sebenarnya setiap orang berharap untuk di berikan umur yang panjang, dunia ini hanya sementara dan akhirat itu kekal selamanya.

Semakin lama kita hidup, semakin lama pula kita menahan kesedihan karena melihat orang-orang yang kita sayangi, orang-orang yang kita kenal satu persatu pergi meninggalkan ke fana an dunia.

Perubahan itu juga akan sangat menyakitkan saat ular berganti kulit itu adalah hal yang sangat menyakitkan, karena dia harus menggesekkan kulitnya di bebatuan, di ranting pohon, atau di belukar yang berduri agar kulit lamanya terlepas.

Nah itulah sebuah kisah yang bisa diambil hikmahnya, semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *