Sosial Media (Senandika 30 Hari September 2020)

 

sosmed-senandika

Masih aku ingat dulu, menulis kata indah di selembar kertas untuk sahabat pena yang jauh di negeri antah berantah dan aku akhiri dengan “4 x 4 = 16, sempat tidak sempat harus dibalas.” Bukankah itu sangat indah?

Terkadang juga aku bubuhkan ^_^ , terlihat manis bukan? Tetapi zaman sudah berubah aku tak perlu kertas, perangko dan berpuluh-puluh ballpoint warna-warni tercoret di selembar kertas. Gawai yang menjadi penggantinya.

Ketika aku suka cukup pencet gambar hati atau gambar jempol, aku tidak butuh komentar mereka juga tidak butuh kata, hanya hati dan jempol yang berbicara.

Aku juga cukup memberi komentar lewat gambar emoji, berbagai ekspresi bisa aku cari di sana. Zaman sudah berubah ketika komunikasi semakin mudah  tetapi miskin dalam rasa.

Tegal, 13 September 2020

Leave a Comment