Sepatu Baru Reina (Bagian 4), Cerita Bersambung

sepatu baru reina cerita bersambung

Cerita bersambung Sepatu Baru Reina ini sudah sampai Bagian 4. Kalau Kamu belum membaca bagian sebelumnya bisa dibaca dilink berikut;

Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3.

Bagian 4 – Perseteruan

Sudah tiga hari berlalu semenjak Reina tidak berangkat sekolah, lukanya sudah semakin membaik, memar di tubuhnya juga sudah hilang, kini saatnya Reina kembali ke sekolah. Kemarin teman-temannya juga datang menjenguknya di rumah, membawakan berbagai buah tangan dari buah sampai roti semua ada.

Hari ini Reina berangkat ke sekolah, dia kenakan sepatunya yang sudah penuh jahitan, lalu segera dia berpamitan dengan bapak dan mengayuh sepeda kesayangannya.  Sesampainya di sekolah beberapa guru menanyakan keadaan Reina, mendoakan semoga Reina selalu diberikan kesehatan.

Jam belajar dimulai sejak pukul 07.00 tadi, dengan semangat Reina mengikuti setiap pelajaran yang di berikan oleh Bu Indah.

“Teeeet… Teeet!” Bel berbunyi dua kali pertanda waktu istirahat telah tiba.

Reina mengeluarkan bekal makanan nya, Pak Sulaeman selalu membawakan bekal makanan untuk Reina, jika dia keluar kota biasanya Reina memasak bekalnya sendiri. Teman-teman Reina hanya beberapa orang saja yang membawa bekal dan yang lain biasanya membeli jajan atau makanan di kantin sekolah. Kali ini Reina membuka bekalnya di dalam kelas, entah mengapa kakinya terasa sakit saat berjalan, mungkin karena luka yang kemarin. Jam istirahat kurang 5 menit lagi, teman-teman Reina sudah mulai memasuki kelas, suasana menjadi sangat ramai oleh celoteh mereka.

“Waduh, uangku di tas kok tidak ada!” Suara Sarah membuat semua anak mendekati Sarah.

“Uang jajan yang aku simpan di tas hilang, pasti ada yang mengambilnya!”

“Coba dicari di sela-sela buku dulu Sarah, mungkin terselip di dalamnya.” Kata Supri kepada Sarah.

“Aku sudah mencarinya tetapi tidak ada, pasti ada pencuri di kelas ini!” Kata Sarah lagi sambil ngotot.

“Yang waktu istirahat ada di dalam kelas cuma Reina!” Kata Indri sahabat dekat Sarah.

Sarah bergegas menuju ke bangku Reina, diikuti oleh Indri dan juga teman-teman Reina yang lain.

“Rei, mengaku saja kalau kamu yang ambil uangku!” bentak Sarah sambil melotot di depan Reina.

“Iya Rei, ayo kembalikan uang Sarah.” Kata Indri, menyambung perkataan Sarah.

“Aku tidak pernah tahu di mana uangmu disimpan Sarah, aku juga tidak mengambil uangmu.” Kata Reina.

“Bohong!” Teriak Sarah.

Indri menarik tas Reina, lalu membuka tas itu dan menumpahkan semua isinya di atas meja, Reina hanya diam melihat perlakuan kasar temannya itu. Memang Sarah dan Indri terkenal sebagai anak yang berperilaku tidak baik di kelasnya.

“Kamu sembunyikan dimana Rei?” Tanya Sarah.

“Aku tidak mengambilnya dan tidak menyembunyikan apa-apa Sarah.”

“Coba lihat di dalam sepatunya Sarah.” Kata Indri.

Karena tidak sabar menunggu Reina membuka sepatu, Sarah langsung memegang kaki Reina dan melepas sepatu Reina secara paksa, dua sepatu sudah terlepas dari kaki Reina dan tidak ditemukan apapun seperti apa yang dituduhkan Sarah kepadanya.

“Ini sepatumu, dasar anak miskin, sepatu penuh jahitan dan juga bau masih saja dipakai.” Kata Sarah sambil melemparkan sepatu Reina dan tepat mengenai muka Reina.

Hati Reina serasa disayat mendengar perkataan Sarah, dia tidak mengira temannya bisa berkata sangat menyakitkan seperti itu.

“Anak-anak, ada apa ini kok ramai sekali?” Bu Indah masuk ke kelas lebih cepat karena mendengar keributan di dalam kelas.

Dia melihat meja Reina yang berantakan, dan Reina sedang membereskan buku dan juga alat tulisnya yang berhamburan.

“Ada apa Reina?” Tanya Bu Indah.

“Sarah menuduh Reina mencuri uang Bu.” Kata Ahmad sang ketua kelas.

“Ahmad, Reina dan Sarah ikut Ibu ke ruang guru sekarang.” Kata Bu Indah.

Setelah mereka di ruang guru, Bu Indah memberikan banyak pertanyaan kepada mereka bertiga dan Sarah masih saja menuduh bahwa Reina yang mengambil uang yang ada di dalam tasnya. Bu Indah memberi nasihat kepada Sarah untuk menjaga bicaranya, karena apa yang dituduhkannya itu belum tentu benar. Bu Indah juga memberitahukan masalah ini kepada orang tua Sarah, berharap orang tua Sarah juga memberikan nasihat dan arahan kepada anaknya sepulang dari sekolah nanti.

(Bersambung)

Leave a Comment