| Home / Cerita Fiksi / Ramal Meramal (Memoar Sulaeman dan Markonah)

Ramal Meramal (Memoar Sulaeman dan Markonah)

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

 

Sudut alphamart tidak bisa membendung lamunan Sulaeman yang sedang mengalir deras bak air liur bayi yang sedang tumbuh gigi. Sebenarnya lamunannya bukan karena pikirannya kosong melompong seperti isi dompetnya saat ini tetapi dia sedang berpikir sok serius tentang ramalan.

Mengapa ramalan bisa menjadi kenyataan, kalaupun meleset ya paling cuma dikit melesetnya tidak sampai banyak. Tetapi ada juga ramalan yang sama sekali tidak pernah terwujud, seperti contohnya saat Sulaeman mendapat bisikan sebuah ramalan bahwa dirinya akan menikah dengan artis cantik bahenol Syahmini (yang sekarang menikah dengan Reino Abrak). Sampai saat ini tidak pernah terwujud dan akhirnya karena patah hati dia menikah dengan Markonah.

Padahal dalam sebuah ajaran agama yang dia pelajari mengatakan bahwa tidak ada satupun yang ada di langit maupun di bumi mengetahui perkara ghaib kecuali Allah saja. Jika Allah saja sudah menyatakan seperti itu maka tidak akan ada satu makhluk ciptaan Gusti Allah yang bisa mengetahui atau memprediksi masa depan dengan tepat dah titik tidak pakai tapi tapi.

Didalam video sutube yang pernah ditonton Sulaeman dalam dunia psikologi ada yang dinamakan dengan efek barnum – forer, dimana seseorang menganggap akurat deskripsi tentang diri mereka, padahal sebenarnya deskripsi tersebut bersifat sangat umum dan bisa berlaku untuk semua orang. Lalu ada lagi yang dinamakan efek nocebo ini kondisi dimana seseorang mengalami rasa sakit akibat kepercayaan dan presepsinya pada suatu hal, padahal belum tentu sesuatu yang dimaksud akan menimbulkan rasa sakit. Efek nocebo ini adalah kebalikan dari efek placebo dimana seseorang akan sembuh atau menjadi sehat karena kepercayaannya pada suatu hal.

Sulaeman menjadi pusing dengan pemikirannya yang berpetualang sampai kemana-mana, kopi botol dingin dia sruput padahal isinya sudah kosong sedari tadi. Apa yang terjadi sudah digariskan oleh Sang Pencipta, mau percaya atau tidak itu adalah hak masing-masing manusia tetapi jangan sampai kita terlalu euforia dengan apa yang diramalkan lalu menjadi suatu kenyataan.

Ada bisikan yang mengusik telinga di akhir lamunan Sulaeman, “Pak, mohon maaf toko sudah mau tutup.” Wajah dan senyum manis mbaknya alphamart menyadarkan Sulaeman dari lamunan panjangnya.

***

Bagikan:

Tinggalkan komentar