Mengenal Mycoplasma pneumoniae yang Kini Mewabah di Cina

mycoplasma-pneumoniaeari3yanto.com – Mycoplasma pneumoniae adalah salah satu jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, terutama pada paru-paru. Bakteri ini termasuk dalam kelas Mollicutes, yang berarti memiliki dinding sel yang sangat tipis dan fleksibel. Memiliki kemampuan untuk tahan terhadap banyak antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri lainnya, karena bakteri ini tidak memiliki dinding sel peptidoglikan yang kaku. Bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menipu sistem kekebalan tubuh, karena bakteri ini dapat meniru komposisi permukaan sel inangnya.

 

Gejala dan Penularan Mycoplasma pneumoniae

Mycoplasma pneumoniae dapat menyebabkan infeksi yang biasanya bersifat ringan atau sedang, dan orang sering menyebutnya sebagai pneumonia atipikal atau walking pneumonia. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ini tidak seberat gejala yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri lain, seperti Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Yang umum muncul adalah batuk kering, demam, sakit kepala, nyeri dada, dan kelelahan. Gejala lain yang mungkin timbul adalah sakit tenggorokan, hidung tersumbat, bersin, mual, muntah, diare, dan ruam kulit.

Mycoplasma pneumoniae menular melalui droplet atau tetesan cairan yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat batuk, bersin, atau berbicara. Bakteri ini dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat yang padat atau berkerumun, seperti sekolah, kampus, atau panti jompo. Masa inkubasi atau waktu yang dibutuhkan bakteri ini untuk menimbulkan gejala setelah masuk ke tubuh berkisar antara 1-4 minggu. Orang yang terinfeksi dapat menularkan bakteri ini hingga 10 hari setelah gejala muncul.

Diagnosis dan Pengobatan Mycoplasma pneumoniae

Untuk mendiagnosis infeksi Mycoplasma pneumoniae, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, tes urine, atau tes dahak. Tes darah dapat mengukur jumlah antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan bakteri ini. Tes urine atau dahak dapat mendeteksi DNA bakteri ini dengan menggunakan metode PCR (polymerase chain reaction). Selain itu, dokter juga dapat melakukan rontgen dada untuk melihat adanya peradangan atau cairan di paru-paru.

Untuk mengobati infeksi Mycoplasma pneumoniae, Anda harus menggunakan antibiotik yang dapat menghambat sintesis protein bakteri ini, seperti makrolida (misalnya azitromisin atau klaritromisin), tetrasiklin (misalnya doksisiklin atau minosiklin), atau fluorokuinolon (misalnya levofloksasin atau moksifloksasin). Anda harus mengikuti resep dokter dan jangan menghentikan antibiotik ini sebelum waktunya, meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Hal ini penting untuk mencegah resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

Pencegahan dan Komplikasi Mycoplasma pneumoniae

Cara terbaik untuk mencegah infeksi Mycoplasma pneumoniae adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil atau besar, setelah bersentuhan dengan orang yang sakit, atau setelah menyentuh benda-benda umum.
  2. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin, dan membuang tisu bekas ke tempat sampah tertutup.
  3. Menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, seperti berjabat tangan, berciuman, atau berbagi alat makan atau minum.
  4. Menggunakan masker saat berada di tempat umum atau keramaian, terutama jika memiliki gejala infeksi saluran pernapasan.
  5. Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, minum air yang cukup, istirahat yang cukup, dan olahraga secara teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Infeksi Mycoplasma pneumoniae dapat menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  1. Pneumonia berat, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sesak napas, nyeri dada, atau batuk berdarah.
  2. Sindrom toraks akut, yang merupakan kondisi darurat yang ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, demam, dan batuk berdarah. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anemia sel sabit.
  3. Infeksi sistemik, yang dapat menyebar ke organ-organ lain, seperti jantung, otak, kulit, atau sendi. Infeksi ini dapat menyebabkan endokarditis (radang selaput jantung), ensefalitis (radang otak), eritema multiforme (ruam kulit yang berbentuk bulat atau oval), atau artritis (radang sendi).
  4. Anemia hemolitik, yang merupakan kondisi di mana sel-sel darah merah rusak atau hancur oleh antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan bakteri ini. Anemia hemolitik dapat menyebabkan kelelahan, pucat, kuning, atau denyut jantung yang cepat.

Kesimpulan

Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, terutama pada paru-paru. Anda biasanya mengalami gejala yang ringan atau sedang, tetapi Anda dapat mengalami komplikasi yang serius jika Anda tidak mengobati infeksi ini dengan baik. Antibiotik yang dapat menghambat sintesis protein bakteri ini dapat membantu Anda mengobati infeksi ini. Anda dapat mencegah infeksi ini dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Referensi,

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20231129/0344348/masyarakat-jangan-panik-sikapi-pneumonia-di-tiongkok/

Leave a Comment