| Home / Cerita Fiksi / Mustahil Miskin (Senandika 30 Hari September 2020)

Mustahil Miskin (Senandika 30 Hari September 2020)

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

mustahil-miskin-senandika

 

Fajar pun mulai keluar dari peraduannya, nyanyian burung masih terdengar sangat merdu seperti orkes melayu yang mendayu. Aku terbangun dengan rasa sesak di dada berjuta rasa terjejal dan entah kapan akan meledakkan seluruh dada ini, kata keluh kesah bagai racun yang siap membunuh kapan saja.

Beberapa orang mengeluh resah mengharap rezeki yang lebih diluar sana, seakan dunia esok akan berakhir jika rezeki hari ini tidak dapat diraih. Ditempat lain banyak yang kehilangan pekerjaan dan bersaing untuk sekadar mengantar penumpang. Banyak cerita yang terucap tetapi dalam perasaan siapa yang tahu. Hanya aku yang kini tertunduk malu dan menyadari bahwa nyamuk tidak pernah hilang atau mati dari muka bumi ini, padahal aku tanpa segan menyemprotkan bergalon-galon racun untuk membunuh mereka.

Detak jam dinding menyentak, menandakan waktu terus maju tidak bisa kita putar mundur kembali. Tidak ada satu makhluk pun yang tidak mendapatkan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan pun sudah berjanji menjamin rezeki setiap makhluk Nya, apalagi bagi mereka yang beriman seharusnya tidak ada kata miskin apalagi takut bahwa esok tidak ada hari lagi. Paling tidak aku masih bersyukur bahwa setiap membuka mata aku masih melihat dinding kamar, pada saat kaki memijak masih ada tanah di sana.

Semarang, 2 September 2020

Bagikan:

Tinggalkan komentar