Menunggu (Senandika 30 Hari September 2020)

senandika-menunggu

Detik berlalu, menit terlewatkan dan jam terus maju tanpa mengerti aku yang sedang menunggu, awan di langit pun seakan tidak peduli, mereka terus berlalu bergerak berubah bentuk mulai dari bentuk kelinci sampai bentuk kuda pun ada.

Aku masih menunggu ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang, detak jantung seolah memberi musik latar belakang seiring dengan detakan jarum jam. Aku lelah, jangan paksa aku untuk menunggu.

Tetapi menunggu adalah pelajaran. Sebuah pelajaran agar aku, kamu atau siapapun menjadi lebih bersabar. Semua pasti menjalani proses yang tidak sebentar, berkali-kali bahkan berulang-ulang hingga bisa mendapatkan apa yang kita harapkan.

Semarang, 19 September 2020

Leave a Comment