Lempar Batu Sembunyi Badan (Kisah Memoar Sulaeman dan Markonah)

kisah memoar sulaeman

 

Langit siang ini sangat bersahabat dengan umat manusia, sedari pagi belum ada setetes pun air yang tertumpah dari atas sana. Penjual es mondar-mandir menjajakan dagangannya tanpa khawatir diprotes para ibu-ibu yang anaknya flu karena saat hujan minum es.

Sulaeman sedang sibuk didepan komputernya, kegiatannya setiap akhir bulan adalah membuat berbagai macam laporan yang entah mengapa selalu menumpuk setiap akhir bulan. Sambil berkerja kakinya bergoyang mendengar alunan musik campursari.
“Selamat siang bapak-bapak.” Suara Pak Joko memecah keasyikan Sulaeman.
“Pagi Pak Joko.” Sahut para pegawai.
Pak Joko berkunjung berarti ada sidak laporan ini pikir Sulaeman, dan apa yang dipikirkan Sulaeman menjadi kenyataan. Setelah satu persatu laporan pekerja dicek, kini tiba giliran Sulaeman.
“Mana laporan keuanganmu?” Tanya Pak Joko.
“Ini Pak, monggo silahkan dicek.” Jawab Sulaeman lemah lembut.
“Ok, bagus, sudah cocok.” Kata Pak Joko.
“Terima kasih Pak.” Jawab Sulaeman.
“Man, ini ada surat dari direktur untuk anak buahmu.” Kata Pak Joko.
“Surat apa ini Pak?” Tanya Sulaeman.
“Itu surat mutasi, anak buahmu dimutasi ke bagian lain.” Jawab Pak Joko.
“Kok tidak Pak Joko sendiri yang memberikan?” Tanya Sulaeman sambil pasang wajah serius.
“Ini juga kok mendadak Pak, awal bulan harus sudah pindah?” Sambung Sulaeman.
“Ya kamu saja yang bilang ke anaknya, kamu kan atasannya langsung.” Jawab Pak Joko.
“Lha tetapi saya tidak mengajukan dia untuk dipindah Pak?”
Senyum Pak Joko dan tepukan kepundak Sulaeman mengakhiri pembicaraan itu.
Apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya seharusnya tidak dilemparkan kepada orang lain, kecuali sudah dikoordinasikan sebelumnya. Sulaeman hanya garuk-garuk jidat sambil geleng-geleng kepala.
***
Dari Minggu kemarin yang diceritakan cuma Sulaeman, lalu Markonah kapan masuk ke cerita?
Tunggu Minggu depan ya kawan.
Kisah memoar Sulaeman dan Markonah ini semoga bisa menjadi renungan untuk Anda dan memberi inspirasi. Memoar sering disamakan dengan otobiografi, namun ada beberapa perbedaan penting. Otobiografi juga ditulis dari sudut pandang penulis, tetapi narasinya mencakup seluruh kehidupan mereka.

Leave a Comment