| Home / Kesehatan / 9 Perilaku ini Menunjukkan Kecerdasan Emosional Rendah dan Cara Mengatasinya

9 Perilaku ini Menunjukkan Kecerdasan Emosional Rendah dan Cara Mengatasinya

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

ari3yanto.com – Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih baik, membangun hubungan yang lebih harmonis, mengatasi stres, dan menyelesaikan masalah dengan lebih efektif. Sebaliknya, kecerdasan emosional yang rendah dapat menyebabkan kita sulit mengendalikan emosi, mudah tersinggung, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan kurang mampu beradaptasi dengan situasi yang berubah.

kecerdasan-emosional-rendah

Berikut adalah 9 perilaku yang menunjukkan kecerdasan emosional rendah, beserta cara untuk meningkatkannya.

1. Sering Mengeluh

Orang yang sering mengeluh cenderung tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu menyalahkan faktor eksternal untuk kesulitan yang mereka hadapi. Mereka tidak mau bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka, dan tidak mau mengubah apa yang bisa mereka ubah. Mereka juga cenderung meremehkan usaha dan pencapaian orang lain, dan merasa iri atau dengki.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhenti mengeluh dan mulailah bersyukur. Fokuskan pada hal-hal positif yang ada di sekitar Anda, dan jadikan mereka sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik. Jika Anda menghadapi masalah, carilah solusi yang kreatif dan realistis, bukan alasan untuk menyerah. Jadilah pribadi yang proaktif, bukan reaktif.

2. Sulit Menerima Kritik

Orang yang sulit menerima kritik cenderung memiliki ego yang tinggi dan tidak mau mengakui kesalahan mereka. Mereka merasa bahwa mereka selalu benar dan tidak perlu belajar dari orang lain. Mereka juga cenderung membalas kritik dengan marah, defensif, atau menyerang balik. Tidak bisa membedakan antara kritik yang konstruktif dan destruktif, dan menganggap semua kritik sebagai serangan pribadi.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Jadilah pribadi yang rendah hati dan terbuka untuk belajar. Sadari bahwa Anda tidak sempurna dan masih memiliki ruang untuk berkembang. Dengarkan kritik dengan tenang dan objektif, dan ambil hikmahnya. Jika Anda merasa kritik itu tidak adil atau salah, berikan tanggapan yang sopan dan berdasarkan fakta, bukan emosi. Jadilah pribadi yang responsif, bukan defensif.

3. Tidak Bisa Mengungkapkan Emosi

Orang yang tidak bisa mengungkapkan emosi cenderung menutup diri dan menyimpan perasaan mereka di dalam hati. Mereka tidak mau berbagi masalah atau kebahagiaan mereka dengan orang lain, karena merasa bahwa itu adalah tanda kelemahan atau tidak penting. Tidak bisa menunjukkan empati atau simpati terhadap orang lain, karena tidak bisa memahami apa yang mereka rasakan. Mereka sering merasa kesepian, tertekan, atau frustrasi.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Belajarlah untuk mengenali dan mengakui emosi Anda. Sadari bahwa emosi adalah bagian dari diri Anda yang harus dihargai dan diresapi, bukan diabaikan atau ditolak. Berikan ruang untuk mengekspresikan emosi Anda dengan cara yang sehat, seperti menulis jurnal, berbicara dengan teman, atau melakukan aktivitas yang Anda sukai. Jangan takut untuk meminta bantuan atau dukungan jika Anda merasa kesulitan. Jadilah pribadi yang ekspresif, bukan represif.

4. Sering Menghindari Konflik

Orang yang sering menghindari konflik cenderung tidak mau menghadapi masalah atau perbedaan pendapat dengan orang lain. Mereka merasa bahwa konflik adalah sesuatu yang negatif dan harus dihindari. Selain itu juga tidak mau menyampaikan pendapat atau kepentingan mereka, karena takut menyinggung atau menyakiti orang lain. Mereka sering mengalah, menyerah, atau mengabaikan konflik, meskipun itu merugikan diri mereka sendiri.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Sadarilah bahwa konflik adalah sesuatu yang normal dan bisa menjadi peluang untuk belajar dan berkembang. Jangan menganggap konflik sebagai pertempuran yang harus dimenangkan atau dihindari, tapi sebagai diskusi yang harus diselesaikan. Beranilah untuk menyampaikan pendapat atau kepentingan Anda dengan jelas dan tegas, tapi juga dengan hormat dan menghargai orang lain. Carilah solusi yang saling menguntungkan dan mempertahankan hubungan yang baik. Jadilah pribadi yang asertif, bukan pasif.

5. Sering Menunda-nunda

Orang yang sering menunda-nunda cenderung tidak mau melakukan sesuatu yang mereka anggap sulit, membosankan, atau tidak menyenangkan. Mereka lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang lebih mudah, menyenangkan, atau tidak penting. Tidak bisa mengatur waktu dan prioritas dengan baik, dan sering ketinggalan deadline atau target. Mereka sering merasa bersalah, stres, atau tidak percaya diri.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhentilah menunda-nunda dan mulailah bertindak. Fokuskan pada tujuan dan manfaat yang ingin Anda capai, bukan pada hambatan atau kesulitan yang Anda hadapi. Bagilah tugas yang besar atau kompleks menjadi tugas-tugas yang lebih kecil atau sederhana, dan mulailah dari yang paling penting atau mendesak. Berikan diri Anda penghargaan atau insentif setiap kali Anda menyelesaikan tugas. Jadilah pribadi yang produktif, bukan malas.

6. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Orang yang sering membandingkan diri dengan orang lain cenderung tidak puas dengan diri sendiri dan selalu merasa kurang. Mereka merasa bahwa orang lain lebih baik, lebih pintar, lebih cantik, lebih kaya, atau lebih beruntung daripada mereka. Cenderung merasa iri, dengki, atau minder terhadap orang lain, dan tidak bisa menghargai diri sendiri atau orang lain.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain dan mulailah mencintai diri sendiri. Sadari bahwa Anda adalah pribadi yang unik dan berharga, dan tidak perlu menjadi seperti orang lain untuk bahagia. Fokuskan pada kekuatan dan potensi Anda, dan teruslah belajar dan berkembang. Jadilah pribadi yang bersyukur dan berkontribusi, bukan iri dan bersaing.

7. Sering Menghakimi Orang Lain

Orang yang sering menghakimi orang lain cenderung tidak mau mengenal atau memahami orang lain dengan lebih dalam. Mereka merasa bahwa mereka tahu segalanya tentang orang lain, dan tidak mau mendengarkan atau menerima sudut pandang yang berbeda. Selain itu, cenderung menilai orang lain berdasarkan penampilan, perilaku, atau latar belakang mereka, dan tidak mau melihat sisi positif atau potensi mereka.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhentilah menghakimi orang lain dan mulailah menghormati orang lain. Sadari bahwa Anda tidak tahu segalanya tentang orang lain, dan bahwa setiap orang memiliki cerita, alasan, atau tujuan mereka sendiri. Dengarkan dan berempati dengan orang lain, dan cobalah untuk melihat dari perspektif mereka. Jadilah pribadi yang toleran dan mengapresiasi, bukan menghakimi dan mengkritik.

8. Sering Menyalahkan Orang Lain

Orang yang sering menyalahkan orang lain cenderung tidak mau mengakui kesalahan atau kekurangan mereka. Mereka merasa bahwa mereka tidak pernah salah, dan bahwa semua masalah yang mereka alami adalah karena ulah orang lain. Tidak mau memaafkan atau berdamai dengan orang lain, dan selalu menyimpan dendam atau rasa sakit. Mereka sering merasa tidak bahagia, marah, atau bersalah.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhentilah menyalahkan orang lain dan mulailah bertanggung jawab. Sadari bahwa Anda adalah pribadi yang mandiri dan berdaya, dan bahwa Anda memiliki pilihan dan konsekuensi atas apa yang Anda lakukan. Jika Anda membuat kesalahan, akui dan minta maaf. Jika Anda merasa tersakiti, maafkan dan lepaskan. Jadilah pribadi yang bijaksana dan damai, bukan menyalahkan dan bermusuhan.

9. Sering Berbohong

Individu yang seringkali berbohong cenderung menghindari kejujuran dan transparansi, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Mereka cenderung merasa perlu untuk menyembunyikan fakta atau mengubah kebenaran demi kepentingan, perlindungan, atau pengakuan pribadi. Selain itu, kecenderungan ini juga membuat mereka sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain, selalu hidup dalam kekhawatiran akan terungkap atau ditolak. Akibatnya, seringkali mereka merasa tidak nyaman, cemas, atau takut.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional: Berhentilah berbohong dan mulailah jujur. Sadari bahwa kejujuran adalah nilai yang penting dan mulia, dan bahwa Anda tidak perlu berbohong untuk menjadi diri Anda sendiri. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak bisa Anda katakan atau lakukan, carilah alasan atau alternatif yang masuk akal dan etis. Jika Anda sudah berbohong, akui dan minta maaf. Jadilah pribadi yang jujur dan terpercaya, bukan berbohong dan curang.

Kesimpulan

Kecerdasan emosional adalah keterampilan yang luar biasa penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita sehari-hari. Dengan kecerdasan emosional yang terlatih, kita dapat secara efektif berkomunikasi, menjalin hubungan yang kuat, dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Namun, kurangnya kecerdasan emosional dapat membuat kita kesulitan mengontrol, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Untuk meningkatkan kecerdasan emosional, kita perlu mengenali dan mengubah perilaku-perilaku yang menunjukkan kecerdasan emosional rendah, seperti sering mengeluh, sulit menerima kritik, tidak bisa mengungkapkan emosi, sering menghindari konflik, sering menunda-nunda, sering membandingkan diri dengan orang lain, sering menghakimi orang lain, sering menyalahkan orang lain, dan sering berbohong.

Dengan meningkatkan kecerdasan emosional, kita dapat menjadi pribadi yang lebih positif, produktif, dan bahagia.

Bagikan:

2 pemikiran pada “9 Perilaku ini Menunjukkan Kecerdasan Emosional Rendah dan Cara Mengatasinya”

  1. Wah, ada beberapa tanda yang terdapat di dalam diri saya. Susah sekali untuk tidak gampang tersinggung, tetapi saya sudah mulai mengabaikan perkataan orang lain yang tidak perlu. Terima kasih tulisannya, sangat bermanfaat.

    Balas
  2. Kadang tuh kita sendiri gak ngerasa bahwa kita sudah bertindak sesatu yang mencerminkan rendahnya kecerdasan emosinal kita. Berdamai dengan ego sendiri emang susaaaaah banget.

    Balas

Tinggalkan komentar