Film Dirty Vote, Negara ini Sedang Tidak Baik-Baik Saja

ari3yanto.com – Film Dirty Vote adalah sebuah film dokumenter yang sedang viral saat ini. Ada tiga pakar hukum tata negara mengungkap dugaan skenario kotor dan desain kecurangan Pemilu 2024.

film dirty vote

“Jika Anda menonton film ini saya punya satu pesan sederhana tolong jadikan film ini sebagai landasan untuk anda melakukan penghukuman.” Demikian kalimat pembuka yang diucapkan oleh pakar hukum tata negara Dr Zainal Arifin Mokhtar dalam film dokumenter tersebut.

Penghukuman yang dimaksud Zainal tentu saja adalah pencoblosan yang akan dihelat pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang selanjutnya Zainal bersama dua pakar hukum tata negara lain yakni Bifitri Susanti dan Feri Amsari secara gamblang mengungkap kecurangan Pemilu 2024 dalam film berdurasi 1 jam 57 menit dan 21 detik ini.

Film tersebut bisa diakses lewat channel YouTube ASANESIA Sejak hari pertama masa tenang Pemilu yakni Minggu tanggal 11 Februari 2024. Dalam film tersebut tiga pakar hukum tata negara itu menjelaskan penggunaan kekuasaan dikerahkan untuk mempertahankan status quo.

Adapun penjelasan dimaksud berpijak pada sejumlah fakta dan data. Bifitri mengatakan secara sederhana  Dirty Vote merupakan sebuah rekaman sejarah perihal rusaknya demokrasi di Indonesia.

Film Dirty Vote Bercerita Tentang Apa?

Dalam film ini bercerita tentang dua hal:

  1. Pertama tentang demokrasi yang tak bisa dimaknai sebatas terlaksananya Pemilu, tetapi bagaimana Pemilu berlangsung. Bukan hanya hasil penghitungan suara, keseluruhan proses pemilu dilaksanakan dengan adil dan sesuai nilai-nilai konstitusi
  2. Kedua tentang kekuasaan yang disalahgunakan karena nepotisme yang haram hukumnya dalam negara hukum yang demokratis.

Mengingat, sikap publik saat ini menjadi sangat penting untuk merespons praktik kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu. Narasumber berharap publik dapat bersuara lantang dan bertindak supaya cita-cita negara dapat terus hidup dan bertumbuh.

Feri Amsari menyampaikan pesan bahwa esensi pemilu adalah rasa cinta tanah air, membiarkan kecurangan Pemilu sama saja dengan merusak bangsa Indonesia dan rezim yang diulas dalam film ini lupa bahwa kekuasaan itu ada batasnya, tidak pernah ada kekuasaan yang abadi. Sebaik-baiknya kekuasaan adalah meski masa berkuasa pendek, tapi bekerja demi rakyat. Seburuk-buruknya kekuasaan adalah yang hanya memikirkan diri dan keluarganya dengan memperpanjang kuasanya.

Film dokumenter Dirty Vote ini disutradarai oleh Dandy Dwiaksono, ini merupakan film keempat yang disutradarainya dengan mengambil momentum Pemilu.

Semoga film Dirty Vote ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, tetap tentukan pilihan sesuai hati nurani di Pemili 2024 nanti.

Leave a Comment