| Home / Bukugrafi / Fiksi Mini Horor Rumah Di Pinggir Sungai, Cerita Horor Pertamaku yang Dibukukan

Fiksi Mini Horor Rumah Di Pinggir Sungai, Cerita Horor Pertamaku yang Dibukukan

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

fiksi mini horor rumah di pinggir sungai

Rumah Di Pinggir Sungai adalah sebuah buku antologi fiksi mini horor yang Saya tulis bareng Mas Gol A Gong dan kawan-kawan SIP Publishing. Menulis fiksi mini dengan genre horor merupakan pengalaman pertama Saya, apalagi bisa menulis satu buku dengan Mas Gol A Gong pasti bakalan seru. Bagaimana ceritanya? Yuk simak terus artikel ini ya.

Mengenal Gol A Gong

Gol A Gong adalah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia yang terkenal dengan novel-novelnya seperti Balada Si Roy, Kepada-Mu Aku Bersimpuh, dan lain-lain. Ia juga adalah pendiri Rumah Dunia, sebuah komunitas seni di Serang, Banten, yang bergerak di bidang literasi, jurnalisme, musik, teater, film, dan lukis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia periode 2015-2020 dan saat ini menjadi Duta Baca Indonesia periode 2021-2026.

Nama Gol A Gong adalah nama pena dari Heri Hendrayana Harris. Ia lahir di Purwakarta, Jawa Barat, pada 15 Agustus 1963 dari orang tua bernama Harris dan Atisah. Pada usia 11 tahun, ia kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan saat bermain di dekat alun-alun Serang. Namun, ia tidak patah semangat dan terus membaca dan menulis berkat dorongan dari ayahnya.

Nama Gol A Gong memiliki makna “kesuksesan itu semua berasal dari Tuhan”. Gol adalah ungkapan syukur dari ayahnya atas karyanya yang diterima penerbit. Gong adalah harapan dari ibunya agar tulisannya dapat menggema seperti bunyi alat musik gong. A adalah singkatan dari Allah yang menjadi sumber segala sesuatu.

Gol A Gong menikah dengan Tias Tatanka, seorang gadis asal Solo, pada tahun 1996. Mereka memiliki empat anak: Nabila Nurkhalisah (Bela), Gabriel Firmansyah (Abi), Jordi Alghifari (Odi), dan Natasha Azka Nursyamsa (Kaka).

Bela juga meneruskan bakat menulis ayahnya dan telah menerbitkan beberapa novel anak-anak. Abi memiliki minat di bidang desain grafis dan sering membuat sampul buku untuk Rumah Dunia. Odi dan Kaka masih sekolah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tempat Gol A Gong bekerja sebagai penulis skenario TV sejak 2008.

Resensi Fiksi Mini Horor Rumah Di Pinggir Sungai

Buku antologi fiksi mini horor ini ditulis oleh Gol A Gong dan kawan-kawan (termasuk Saya), dengan speseifikasi buku ukuran A5 dengan ketebalan 218 halaman membuat buku ini nyaman dibawa-bawa kemana saja. Kertas kualitas bookpaper juga masih nyaman dimata.

Sinopsis singkat tulisan Mas Gol A Gong dengan judul Rumah Di Pinggir Sungai, Ron dan Budi terpaksa berteduh di sebuah rumah misterius di pinggir sungai saat pulang dari pendakian. Rumah itu berlantaikan tanah dan gelap. Ron dan Budi masuk setelah berulang kali mengucap salam dan tak ada jawaban.

Mereka mencium bau yang tidak sedap lalu menelusurinya. Betapa terkejut mereka saat menemui sesosok manusia di dapur. Tubuh kurusnya bergerak dan berdiri. Kedua kakinya dirantai. Tangan kanannya memegangi golok. Di bawah kedua kakinya ada bangkai manusia. Akankah Ron dan Budi selamat?

Sinopsis singkat tulisan Saya dengan judul Sumiati, Sebagai pekerja yang bertanggung jawab dengan mesin ATM kami harus siap kapan saja saat ATM di lapangan mengalami gangguan, bahkan jika problem itu muncul pada waktu dini hari, waktu dimana makhluk tak kasat mata sering menampakkan dirinya dan inilah awal Saya dan Rudi bertemu dengan Sumiati. Apa yang diinginkan Sumiati? Apa yang terjadi dengan Saya dan Rudi?

Sobat harus baca buku ini, terutama bagi Kamu yang suka cerita-cerita horor. Total ada 46 kisah horor yang ditulis dalam bentuk fiksi mini, ceritanya seru dan menegangkan, dijamin bulu kuduk Kamu akan berdiri saat membaca cerita di buku ini.

Dalam cerita horor seringkali juga menyimpan sebuah pesan moral bagi pembacanya, seperti kisah Sumiati ini. Dalam kisah ini Saya ingin menyampaikan bahwa Kita harus selalu fokus, hati-hati dan waspada akan segala hal yang ada disekitar kita, apalagi saat Kita melaksanakan tugas, harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Dah… kalau banyak-banyak malah nanti jadi spoiler hehehe, biar asik dan ga penasaran lagi, segera miliki buku fiksi mini horor Rumah Di Pinggir Sungai ini ya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar