Egois (Senandika 30 Hari September 2020)

 

egois-senandika

 

Surya menyapa diantara mega siang ini, langit pun seolah merasa dirinya paling bahagia dengan segala kecerahannya. Sebenarnya aku lebih suka jika hujan turun dengan lebat, atau paling tidak rintik gerimis sehari akan sangat menggugah rasa yang terpendam begitu lama.

Tetapi aku tidak boleh egois, karena ada banyak orang diluar sana yang akan terzalimi karena tiba-tiba hujan turun dikala langit cerah. Akan ada hujatan kepada Tuhan serta beribu pertanyaan “Tuhan, mengapa Kau turunkan hujan?”

Aku pun merenung lagi disudut paling ujung ruang hati yang masih belum terisi, mengapa manusia merasa dirinya paling tersakiti tetapi tidak pernah berpikir bahwa ia sendiri telah menyakiti manusia lain.

Kelebihan akal dan perasaan yang terkadang menjadi jebakan bagi manusia untuk mengedepankan ego mereka, tanpa berpikir tentang orang lain.

Aku semakin malu, semakin menyudut tak menentu, keresahan ini begitu menyiksa hati. “Tuhan, maafkan hamba-Mu ini yang masih egois, selalu menyalahkan-Mu, serta tidak peduli dengan mahluk-Mu yang lain.”

Semarang, 7 September 2020

Leave a Comment