Cinta Terpendam (Senandika 30 Hari September 2020)

cinta-terpendam-senandika

 

Aku masih terbaring diantara puing pembaringan, menatap tembus ke langit-langit kamar sambil melihat rasi bintang melalui gawaiku.

Malam sepertinya belum begitu larut, tetapi perasaan ini terlarut dalam rasa yang tidak menentu. Paras mu begitu mengganggu, menggoyahkan setiap jengkal isi kalbu, otak ku seakan bercerai tak menentu.

Mengapa selalu kamu yang menggoda heningku. Sudah cukup hentikan semua, tidak mungkin teh dan kopi menyatu menjadi satu rasa. Aku dan kamu hanya cinta terpendam yang tak perlu terungkap.

Tegal, 9 September 2020

 

Leave a Comment