| Home / Wisata / Cerita Motivasi Hidup: Kolam dan Garam

Cerita Motivasi Hidup: Kolam dan Garam

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

Cerita motivasi bisa memberikan kita semangat baru saat sedang terpuruk dalam kesedihan atau kebingungan. Seperti Cerita Motivasi Hidup: Kolam dan Garam ini, bisa memberikan Sobat pemahaman tentang cara menghadapi pahitnya hidup.

Di tepi danau yang luas, dengan air yang berkilauan mengambang, tinggallah seorang lelaki tua yang bijaksana dan berpengalaman. Pohon-pohon yang rimbun berdansa dengan angin yang sepoi-sepoi, menghiasi lanskap alam yang membawa ketenangan dan kedamaian di hati.

Pada suatu pagi yang cerah, ketika matahari perlahan naik ke langit, datanglah seorang pemuda dengan langkah gontai dan wajah yang penuh kekhawatiran. Beban hidup sangat berat menekan pundaknya, mengubah wajahnya menjadi lemas dan cemas.

cerita motivasi hidup

Tanpa berkata sepatah kata pun, pemuda itu duduk di depan sang tua yang bijaksana. Sambil menatap air yang tenang di danau, ia menceritakan segala persoalannya. Dalam setiap kata yang diucapkannya, terasa kekecewaan, ketidakpastian, dan keraguan memenuhi udara di sekitar mereka.

Pak Tua, dengan bijaksana dan kesabaran, mendengarkan curhatan si pemuda. Dia paham bahwa dalam hidup, saat kita dihadapkan pada kesulitan dan kebingungan, waktu dan pendengaran yang tulus sangatlah berharga.

Setelah pemuda selesai mengungkapkan isi hatinya, Pak Tua bangkit perlahan dan mengeluarkan segenggam garam dari saku bajunya. Memberikan tatapan heran kepada pemuda tersebut, Pak Tua dengan lembut memintanya untuk mengambil segelas air yang tersedia di dekat mereka.

Pak Tua menaburkan garam ke dalam gelas dan mengaduk perlahan, membentuk pusaran kecil yang merata dalam air. Lalu dengan hati-hati, Pak Tua memberikan gelas itu pada pemuda dan memintanya untuk meminumnya.

“Ayo, minumlah air ini dan ceritakan bagaimana rasanya,” ucap Pak Tua dengan suara lembut.

Pemuda mengambil tegukan pertama dari gelas itu dan segera merasakan keanehan. Rasa pahitnya membuatnya segera meludah. “Rasanya sangat pahit,” keluhnya dengan wajah semakin muram.

Pak Tua tersenyum bijaksana, seolah-olah memahami apa yang pemuda alami. Dia mengajaknya berjalan ke tepi kolam tersembunyi di dalam hutan, jauh dari keramaian dunia.

Tiba di tepi kolam yang menakjubkan itu, Pak Tua mengulangi apa yang dilakukannya sebelumnya. Dia menaburkan segenggam garam ke dalam air yang jernih, menciptakan gelombang dan riak yang perlahan mengusik ketenangan kolam.

“Ayo, ambillah air dari kolam ini dan nikmatilah,” ajak Pak Tua sambil tersenyum.

Pemuda menuruti perintah Pak Tua dan mengambil air dari kolam yang sedang riuh itu. Saat ia meminumnya, terjadi keajaiban. Air yang segar dan bebas garam membuatnya terkejut. Air itu memberikan kelegaan dan ketenangan yang telah lama ia cari.

Pak Tua mendekati pemuda yang sedang menyimpan keterheranan dalam wajahnya. Dengan bijaksana, sang tua bertanya, “Bagaimana rasanya? Bisakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”

Dengan penuh keajaiban, pemuda menjawab, “Tidak, Tuan. Air ini begitu segar dan murni. Tidak ada kehadiran garam di dalamnya.”

Pak Tua tersenyum lembut dan memukul bahu pemuda dengan penuh pengertian. Dia berbagi hikmah yang tak terlupakan, “Pemuda, lihatlah. Pahitnya hidup ini, seperti segenggam garam, tetaplah sama. Jumlah dan rasa pahitnya takkan berkurang atau bertambah.”

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita menyikapi rasa pahit tersebut. Seperti gelas yang mengumpulkan segala rasa pahit menjadi semakin pahit, kita juga bisa menjadi orang yang mampu menyaring segala pahit dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Pemuda mendengarkan dengan hati yang terbuka, mencernakan setiap kata bijak yang diucapkan oleh Pak Tua. Ia menyadari bahwa hati adalah tempat di mana segala rasa pahit dan kegagalan hidup dapat diterima dengan tenang dan diubah menjadi kekuatan untuk tumbuh dan berkembang.

Keduanya berjalan pulang dengan kebijaksanaan yang didapat dari perbincangan tersebut. Pemuda merasa terinspirasi dan berkomitmen untuk menerapkan pelajaran berharga yang ia peroleh dari Pak Tua dalam hidupnya yang penuh tantangan.

Dan di tepi danau, sang Pak Tua yang bijaksana menyimpan segenggam garam dalam sakunya, siap memberikan nasehat bijak kepada siapa pun yang mencari kedamaian dan kesegaran jiwa.

Bagaimana? Apakah Sobat bisa mendapatkan pesan dari cerita motivasi hidup diatas? Semoga dengan membaca cerita ini Sobat bisa diberikan semangat baru dalam menjalani hidup.

Bagikan:

Tinggalkan komentar