Arti Keluarga (Cerita Memoar Sulaeman dan Markonah)

cerita memoar

 

Surya menyapa dengan sengatan panasnya siang ini, disebelah barat langit sudah terlihat kelabu menggantung mungkin beberapa jam lagi manusia akan menerima guyuran air dari langit.

Semua perlengkapan sudah masuk kedalam tas ransel kesayangan Sulaeman, waktu menunjukkan pukul 15:00 WIB, masih ada waktu 1 jam sampai bus yang ditumpanginya berangkat.
“Pulang lagi Mas?” Tanya Pak Pri.
“Iya Pak, besok libur saya Pak.” Jawab Sulaeman sambil nyengir kuda.
“Kok sering sekali pulang Mas, apa tidak boros di ongkos?” Tanya Pak Pri lagi.
“Kalau hitungannya seperti itu ya pastinya berat Pak, tetapi saya pulang juga karena ada istri dan anak yang menanti kepulangan saya.”
“Selain itu, saya juga manusia Pak, bukan robot yang bisa terus-terusan kerja tanpa berhenti.” Jawab Sulaeman lagi dengan senyum manis merekahnya.
“Sipp Mas, betul itu Mas, boleh kerja luar kota tetapi keluarga tetap nomor 1 Mas.” Kata Pak Pri.
Terkadang heran juga dengan mereka yang berkerja jauh dari keluarga apalagi punya anak yang harus selalu diperhatikan, jangan sampai pulang-pulang anakmu memanggil bapaknya dengan panggilan “om”.
Sulaeman pernah merasakan kehilangan momentum saat anak-anaknya tumbuh karena kesibukannya bekerja, dia tidak ingin kehilangan momentum itu lagi. Sedih rasanya melihat buah hati kita yang awalnya masih balita masih merangkak tiba-tiba bisa berjalan tanpa kita tahu awal dia menapakkan kaki di tanah. Lalu berlanjut saat anak-anak belum sekolah tiba-tiba kita pulang mereka sudah masuk sekolah dasar dan sebagai seorang bapak kita tidak mengantar mereka diawal sekolahnya.
Perhatikan keluargamu, karena walaupun kamu jauh mereka selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan selalu berharap kamu pulang dengan sehat dan selamat.
—-
Cerita memoar Sulaeman dan Markonah tentang arti keluarga ini semoga bisa memberikan inspirasi untuk Kamu. Memoar adalah kumpulan kenangan yang ditulis oleh seorang penulis untuk menceritakan kisah hidupnya sendiri. Memoar biasanya berupa peristiwa atau pengalaman penting yang berdampak besar pada penulis.

Leave a Comment