| Home / Edukasi / Alasan Menulis Blog dan Tips Membagi Waktu

Alasan Menulis Blog dan Tips Membagi Waktu

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

alasan menulis blog dan tips membagi waktunya

Bismillahirrahmanirrahim.

Alasan Menulis Blog…

 

Setiap penulis akan mati, hanya karyanya yang abadi,maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di akhirat nanti.

Ali bin Abi Thalib

 
Awal menulis dulu saya juga bingung menentukan apa yang akan saya tulis, niche tidak jelas, mencoba menulis tetapi hanya dapat beberapa artikel saja, hingga ambil jalan pintas main generate artikel hanya untuk mengisi sebuah blog. Tetapi semua itu menjadi kesenangan yang tidak bisa memuaskan hati dan pikiran ini.

Dalam menulis perlu konsistensi, perlu adanya tindakan yang berulang agar bisa menjadi terbiasa, hingga pada masanya nanti kamu akan merasakan bahwa menulis adalah sebuah keharusan dan pasti ada yang kurang jika kamu tidak melakukannya.

Menemukan BIG WHY!

Pada tahun 2021 saya menemukan sebuah komunitas literasi yang banyak mengajarkan tentang menumbuhkan kebiasaan menulis.

Hingga saya menemukan quote dari Khalifah Ali bin Abi Thalib tentang menulis, jika saya mengartikan secara garis besar dari quote tersebut adalah bahwa setiap manusia pasti akan menemukan kematian, meninggalkan dunia fana ini dan terlupakan oleh sebagian orang, hanya karya kita yang akan tetap abadi.

Jika kita menuliskan kebaikan, maka itu yang akan dikenang oleh mereka yang membaca tulisan kita, apalagi bisa memberi motivasi yang baik, insyaallah akan menjadi amal baik juga untuk kita.
Mungkin saya tidak bisa meninggalkan materi yang berlimpah bagi anak cucu saya kelak, karena alasan itu maka saya ingin meninggalkan hasil karya saya yang bisa dilihat dan dibaca berulang oleh mereka.

Dalam Al Quran kita diperintahkan untuk menulis,

Nun, demi Qalam(pena) dan apa yang mereka tulis.

QS. Al Qalam ayat 1 

 

Seperti halnya Iqra, dalam Al Quran saya juga menemukan ayat agar kita juga menulis,tulis blog dengan semangat yang postif.
Insyaallah bisa menjadi motivasi yang baik, bermanfaat bagi pembacanya dan menjadi wasilah kebaikan.
Mengapa tidak menulis buku saja? Keinginan saya memiliki minimal satu buku solo sudah tercapai di tahun 2021, ditambah 2 buku antologi yang saya tulis bersama teman-teman di grup literasi (sebenarnya ada 5 tapi yang 3 gagal terbit).
Di tahun itulah saya menemukan Big Why tentang menulis dan insyaallah alasan saya menulis blog ari3yanto.com ini juga sama dengan alasan mengapa saya menulis.
Alasan menulis blog menjadi salah satu pilihan karena saya bisa menerbitkan tulisan saya kapan saja, tidak usah menunggu harus terkumpul berapa halaman baru bisa cetak menjadi buku.
Jika tercetak menjadi buku belum tentu bisa dinikmati oleh semua orang, karena mereka harus beli bukunya dulu baru bisa menikmati isinya, blogging bisa dibaca oleh semua orang tanpa harus membayar dan bebas lanjut baca atau stop membaca karena pembahasannya kurang menarik atau kurang pas bagi selera pembaca.
Menulis di blog juga melatih mengemukakan pendapat melalui tulisan, saya adalah orang yang lebih banyak diam, menghindari perdebatan dan juga kurang bisa mengemukakan pendapat secara lisan langsung didepan sebuah forum.
Mengapa tidak menulis di Facebook atau Instagram? Saya sudah menulis banyak quote di Instagram dan juga Facebook, tetapi bagi saya masih ada yang kurang dari platform itu, banyak pembaca yang hanya membaca sepenggal saja atau hanya menikmati grafisnya tanpa membaca captionnya. Berbeda dengan pengunjung blog, mereka pasti menikmati sebuah tulisan utuh dan mereka mau mengunjungi blog pasti karena alasan tertentu.

Saya sangat bersyukur bahwa di tahun ini 2022, saya menemukan sebuah komunitas blogging yang sangat baik dan positif, semoga bisa melatih konsistensi saya dalam menulis blog ini.

Tips Membagi Waktu Blogging

Untuk konsisten blogging kita harus pandai membagi waktu, di tahun 2021 saya juga sempat mengikuti tantangan 30 hari menulis dari sebuah komunitas literasi dan membagikannya sebagai postingan Facebook secara rutin setiap harinya.

Bagi saya itu adalah pengalaman menulis yang luar biasa dan sangat berkesan, karena saya bisa melampaui batasan saya, dimana pada saat itu saya bekerja disebuah perusahaan yang bergerak dibidang PJPUR dan waktu saya banyak tersita di pekerjaan tersebut.

Ibarat untuk mikir kerjaan saja sudah pusing, apalagi mikir deathline kirim postingan tiap hari. Tetapi saya berhasil melewati tugas demi tugas dan bisa mendapatkan nilai terbaik full 30 postingan tanpa terlambat, tanpa bolong-bolong.

Dalam menulis blog juga butuh niat yang sama, harus disiplin dan konsisten, hingga akhirnya bisa tercapai semua tujuan yang diinginkan.

  1. Berikut ini beberapa tips membagi waktu saat menulis blog atau menulis apapun menurut pengalaman yang pernah saya jalankan,
  2. Buat list pekerjaan harian, dalam 24 jam selain waktu kerja pokok, sholat, makan/istirahat dan tidur apa yang kamu kerjakan buat listnya mau dikasih estimasi jam juga boleh.
  3. Cari ide tulisan di sela-sela waktu yang sudah di list, catat ide-ide yang muncul, mencatat tidak harus menggunakan kertas, gunakan smartphone juga bisa.
  4. Eksekusi tulisan di malam hari, saat semua pekerjaan pokok sudah selesai eksekusi tulisan, tidak harus langsung sempurna menjadi tulisan, yang penting masukkan semua ide-ide yang sudah terkumpulkan, baru setelah semua ide tertuang dalam tulisan lakukan koreksi.
  5. Baca ulang tulisan, dan koreksi lagi tulisan apakah butuh penambahan atau pengurangan.Siapkan gambar pendukung, saya biasanya menggunakan canva.
  6. Posting.di blog atau social media.

Dengan menggunakan cara tersebut saya bisa menyelesaikan tulisan-tulisan saya.

Demikian alasan menulis blog dari saya, kalau rekan-rekan semua bagaimana? apa alasan rekan menulis blog? yuk koment ya. terima kasih sudah berkunjung.

Bagikan:

8 pemikiran pada “Alasan Menulis Blog dan Tips Membagi Waktu”

  1. iya setuju…menulis d blog lebih flexible dan simple, sebagai penulis tdk butuh menunggu berpuluhan lembar untuk djadikan buku dn pmbaca pun ketika membaca d blog jg merasakan kemudahannya…

    Balas
  2. Mungkin terkait audience fb dan IG perlu dipikirkan juga agar mereka bisa lenih teredukasi dan mau membaca kongen tanpa sekedar melewatinya

    Balas

Tinggalkan komentar