| Home / personal branding / 3 Puisi Bebas Arief Tri

3 Puisi Bebas Arief Tri

Photo of author
Written By Arief Tri

Seorang blogger, penulis buku dan freelance digital marketing. Silahkan hubungi Saya jika ingin bekerja sama dalam hal penulisan.

Berpuisi itu seperti sebuah meditasi, melegakan dan membebaskan. Karena banyak uneg-uneg yang akhirnya keluar dan terungkapkan (walau tidak tersirat). Tetapi itu cukup melegakan dan melapangkan rongga dada.

Dalam puisi bebas Sobat SEHATI bisa menulis apapun, tidak usah khawatir akan rima, bait dan aturan lain, cukup tuliskan saja apa yang ingin kamu tulis.

 

laut sawu

Mi Deziras Bonan Tagon al Vi

Oleh : Arief Triyanto

 

Ah, senja membawaku menggulung gundah,

Dingin angin dermaga Nun Baun Sabu menyapa,

Menggulung ombak menghempas batuan,

Pijar lampu kota bak kerlip bintang kecil disana.

 

Baskara sembunyi dalam awan abu-abu,

Jingga begitu membara di barat sana,

Kapal berlabuh sejenak di dermaga,

Degup jantung berdebar dengan harap baik membuncah.

 

Mi deziras bonan tagon al vi

Ucapmu lirih dalam palung sanubari,

Rambutmu acak tersapu bayu,

Lapangkan dadamu bagai Laut Sawu, kawan.

 

Sudahi risaumu, semua pasti baik-baik saja.

 

Kupang, 28 September 2021

 

pasir panjang

Pantai Pasir Panjang

Oleh : Arief Triyanto

 

Kuyup terdampar di pantai penuh rindu,

Mencoba mengayuh tapi raga merapuh,

Jarak ini lumpuhkan kita berdua,

Hanya gambarmu dalam gawai tersipu.

 

Aku meramu kata demi kata,

Sambil menatap lautan kala terbenam matahari,

Oh, rindu ini bergelayut manja,

Menarik hati ke tengah lautan sana.

 

Pantai saksi menunggu waktu,

Kembali menjadi mustahil saat semua belum usai,

Doa dan harap dalam gumaman lirih,

Tunggu aku kembali berlabuh, cinta.

 

Kupang, 11 Oktober 2021

 

rindu ibu

Rindu Ibu

Oleh : Arief Triyanto

 

Ibu, puluhan tahun telah menjadi abu

Bergantung rasa begitu menyiksa

Anakmu telah menjadi bapak kini

Dua cucumu begitu lucu dan pintar

 

Ibu, masih kuingat usap tanganmu

Membelai lembut kepalaku dulu

Sambil berdendang puji-pujian indah

Membawaku tidur dalam damai mimpi

 

Ibu, begitu damai suaramu

Tiada marah umpatan amarah

Hanya senyum pelipur lara

Saat nakal dan bebal diri ini dulu

 

Aku rindu, Ibu

Doa dan sholawat di bibirmu

Penghantar ke jalan terang

Pengobat luka hati karena dunia

 

Yogyakarta, 10 September 2021

Bagikan:

Tinggalkan komentar